Wisuda saya akan diadakan di akhir Agustus, jadi saya harus sudah selesai menyiapkan semua berkas sebelum wisuda, karena setelah wisuda harus mengantar ortu balik ke Kep. Riau lagi. Jadi, I just had only one chance to bet for the score. I had been praying all the time before and after the test. Dan juga belajar mati-matian (TOEFL di ELTI kemarin sih ga belajar). Pada saat pengambilan nilai, saya minta bantu ke teman saya (Arifin) untuk ambilin. Dan kekecewaan yang kedua kali muncul lagi... Tes TOEFL ITP kedua ini malah cuma dapat 490. What the %@&($... Pasrah sudah deh.. Dan konsultasi lagi dengan senior.
Dan akhirnya saya memutuskan untuk melampirkan nilai TOEFL ITP yang 497 dan semua hasil TOEFL Like test ke dalamnya. Untuk surat rekomendasi sudah disipakan sebelum tes TOEFL ITP yang kedua, jadi saya sudah mendapatkan surat rekom dari Ketua STMIK AMIKOM (Rekor) dan dosen yang pernah mengajar saya sebelumnya. Carilah dosen yang dekat dengan Anda yaa... Biar gampang mintanya... Heheheee....
Setelah TOEFL Score, Surat Rekom, Study Plan, Scan Ijazah dan Transkrip nilai, dan Financial Statement fixed, saatnya siapkan CV (klo bisa didesain secantik mungkin) dan scan sertifikat prestasi baik akademik maupun non-akademik, lampirkan beberapa yang sekiranya bisa mendukung. Kalo ada sertifikat juara lebih bagus. Lalu, setelah semuanya selesai, saatnya di-compress ke dalam 1 file pdf. (*Oh ya, teman-teman juga harus siapkan paspor sebelum mau daftar. Karena kita harus lampirkan fc paspor). Semuanya sudah selesai, dan uda di dlm 1 pdf, saatnya filenya dikirim ke Center for International Academic Exchange (CIAE) *kalo di Asia Univ.
Setelah file application berformat pdf dikirim melalui email, lalu kita harus mengirimkan hardcopy semua document ke alamat kampus tujuan. Karena saya daftar untuk Spring Semester, jadi saya harus mengirimkan sebelum deadline. Saat itu, saya mengirimkan sekitar pertengahan bulan September 2014 (Deadline October 31 annually).
| Deadline of Submission |
Ok deh...This is the end of my processes to apply scholarship to Taiwan.
Mudah2an menginspirasi dan dapat dijadikan sebagai referensi bagi teman-teman yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri.
Don't think about FAILURE. Just think about how you make your job done well... All is Well... =)

Hai kak, mau tnya kakak apply beasiswa yang tahun brapa ya? koq msh bsa yg ITP stau aku skrng msti IBT.?
ReplyDeletedan trnyta ga msti didtas 500 ya scorenya, kakak punya 497 ttep dapet Beasiswanya kan ya? kalau boleh tau dapat beasiswanya apa aja kak?
thankyou
Hai kak, mau tnya kakak apply beasiswa yang tahun brapa ya? koq msh bsa yg ITP stau aku skrng msti IBT.?
ReplyDeletedan trnyta ga msti didtas 500 ya scorenya, kakak punya 497 ttep dapet Beasiswanya kan ya? kalau boleh tau dapat beasiswanya apa aja kak?
thankyou
Hallo, Chloe.
DeleteSaya daftar beasiswa baru saja tahun lalu, Agustus 2014. Dan diterima 31 Desember 2014. Saat ini, memang lebih baiknya jika memiliki nilai TOEFL iBT karena lingkup beasiswa bisa lebih besar, hampir semua kampus di luar negeri menerima nilai TOEFL iBT. Kebetulan di kampus saya, TOEFL ITP masih bisa diterima sebagai syarat. Waktu itu, nilai saya hnya 497 untuk ITP, namun saya sertakan jg nilai TOEFL Like yang nilainya >500, serta dokumen2 yang bisa mendukung prestasi diri baik regional maupun nasional/internasional. Setelah sampai di Taiwan, saya ikut tes TOEFL ITP lagi, dan sudah bisa >500.
Walaupun sebelumnya TOEFL ITP saya masih kurang 3 poin, namun dokumen lain sangat membantu dalam proses ini. Dan akhirnya saya dinyatakan lolos dengan beasiswa 100% tuition fee. Semangat, Chloe!!! Kamu pasti BISA! Rencana daftar di kampus apa dan di mana? =)
- Erwandy
Hallo kak, thx ya udah djwb :)
ReplyDeleteMau tny, dokumen" pndukung yg lain apa ya?
dan kk tau drmna tmpt univ kk mnerima test toefl ITP? dari kk senior dsna? dan dpet kontak kk senior dsna drmna ya?
btw, kk s2 apa s1 ya?
rencana sih mau MBA tapi msh bgunk dmna..ada rekomen?
Iya, dulu saya menanyakan ke seniorku yg di sini dan juga mencari referensi blog2 seperti sampean. Dan biasanya informasi syarat dokumen ada dipublikasi di website masing2 kampus. Untuk kampus saya, bisa dicek di http://ciae.asia.edu.tw.
DeleteDi sini, saya mengambil jenjang S2, jurusan Biomedical Informatics. Soalnya kalo S1 di sini agak berat, karena tidak ada yg bahasa pengantar Inggris (hanya Mandarin).
Bagus juga kalo misal mau ambil MBA. Di kampus saya sekarang ada jurusan ini jg, kalo misal mau coba, ok juga, Chloe. Iseng2 berhadiah seperti saya dulu. =D
kebetulan gan ane juga kuliah di amikom angkatan 2015, mau nanya nih kalo lulusan amikom yang dapet beasiswa luar negeri, dimana aja gan?
ReplyDeleteHello Gob,
DeleteSlm kenal. Berarti adik kelas dari Amikom ni.
Ngomong2, Gob angkatan 2015 sebagai mahasiswa atau alumni ya?
Untuk lulusan Amikom, ada beberapa alumni yg saya tau kebanyakan di Taiwan, dan ada 1 senior kita yang di Jepang sekarang.
Selain itu, ada kerjasama juga dengan Korea, Malaysia, dan Australia. Mungkin sampean bisa mencoba juga.
- Erwandy