Cookies help us deliver our services. By using our services, you agree to our use of cookies. More Info
Showing posts with label young. Show all posts
Showing posts with label young. Show all posts
Ada beberapa orang yang berpikiran kalo kuliah tidak bisa sambil bekerja. Siapa bilang??
Memang pada awal perkuliahan, kita membutuhkan waktu untuk adaptasi lingkungan. Tapi, tidak menutup kemungkinan bagi kita untuk bekerja. Jika teman-teman memiliki tekad yang kuat dan menanamkan suatu pemikiran di dalam diri bahwa saya bisa menyelesaikan perkuliahan dengan baik sambil bekerja, pasti bisa dilalui. 

Saya mulai menjalankan freelance saat semester 6 dan hingga saya lulus kuliah. Lumayann buat tabungan, uang SPP, ataupun uang wisuda nanti. Jadi bisa meringankan beban orang tua. Teman-teman saya juga banyak yang sudah memiliki penghasilan sendiri semasa kuliah. Ini yang saya mencontohi dan terinspirasi oleh mereka. Sebenarnya, pada saat kuliah, kita juga bisa mengajukan beasiswa dari Kopertis (Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta). Kopertis ini istilahnya dinas pendidikan yang khusus mengkoordinir perguruan tinggi swasta. Biasanya beasiswanya ada 2 macam, yaitu PPA (Untuk Prestasi) dan BBM (Untuk Mhs Kurang Mampu). Untuk kawan-kawan kita yang sekiranya merasa berat untuk kuliah dan butuh bantuan dana untuk melanjutkan kuliah, jadi tidak perlu takut. Ada banyak beasiswa yang bisa kita ajukan selama perkuliahan. Untuk beasiswa dari Kopertis ini, kita akan mendapatkan dana peengembangan sebesar Rp4.200.000,- per tahun (Rp2.100.000,- /semester). Lumayan kann buat bayar SPP. 

Saya sampe detik terakhir menjelang lulus S1, saya baru merasakan dan sadar bahwa kenapa saya waktu SMA begitu kebingungan dan takut untuk melanjutkan pendidikan karena terkait dana. Dan ada 1 hal lagi, yang penting kita serius buat kuliah dan mempertahankan nilai kita dengan sebaik-baiknya, nantinya akan mudah mendapatkan bantuan dari manapun. Ini saya sekedar share aja, mana tau ada teman-teman adik kelas yang membacanya dan juga merasakan hal yang sama seperti saya ini yang polos dulu. =D

Sesulit-sulitnya kondisi, tidak sesulit menggerakkan hati kita untuk mengambil langkah.
Dan akhirnya, selesai juga studi S1 saya di STMIK AMIKOM Yogyakarta.

Tetap semangat yaa, kawan!!! =D
Bagi teman-teman yang lagi membaca blog saya ini, saya sangat merekomendasikan kepada kalian untuk kuliah di Jogja deh klo terutama yang baru lulus SMA. Jogja sangat nyaman untuk ditinggal dan makanannya murah2... Ada burjo juga... Yang belum ke Jogja, pasti ga tau "Burjo" yaa... Burjo singkatan dari Bubur Kacang Ijo, sebutan yang paling sering digunakan untuk warung makan. Di burjo ini, kamu bisa menemukan makanan Nasi Telur yang hanya berkisar antara Rp 5 - 6 ribu... Lumayan hemat kannn... Jadi, semua orang yang ke Jogja, rata-rata pasti merasakan nyamannya Jogja dan betah banget dah...

Selama kuliah di STMIK Amikom Yogyakarta (Sebutannya Amikom) sangat seru. Dosennya ramah-ramah. Dan mendapatkan banyak pengalaman yang pastinya di sini. Saat semester awal, karena sudah merantau, mau gimanapun harus ada perubahan ke arah yg lebih baik dong... Jadi, saya sejak awal kuliah sudah join organisasi kampus, khususnya organisasi jurusan sih. Jurusan saya Sistem Informasi, nama organisasinya Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen Informatika dan Sistem Informasi (HIMMSI). Di HIMMSI ini, saya mendapatkan banyak teman dan pengalaman yang berharga, mulai dari public speaking, cari sponsor utk kegiatan, membuat proposal & laporan, sampe ke bagian tugas ngeprint pernah deh dilakuin. Dari sini, saya yang awalnya pendiam dibuatnya sampe saya seperti saat ini... Mungkin dilihat dari gaya bahasa blog ini sudah bisa diketahui yaa... Mengikuti HIMMSI ini selama 2 tahun. Lalu saya dan teman2 seperjuangan diangkat jadi alumni deh. Setelah itu, tidak ada kegiatan aktif di HIMMSI lagi, saya malah menemukan teman kelompok saya yang kami bentuk dengan nama Tactoo, Inc.

Tactoo, Inc terdiri dari 7 orang (sekelas). Awalnya memang tujuannya untuk bentuk kelompok yang solid untuk mengerjakan tugas2 harian di kampus. Lama-lama, kita iseng2 ikut lomba software di Kampus bernama Amikom ICT Award (AMICTA) pada tahun 2013. Produk yang kami ajukan untuk lomba itu di kategori Research and Development menggunakan aplikasi yang telah kami bikin untuk final project makul Sistem Pakar semester 6. Sebenarnya ada 2 produk yg kami ajuin dan sebenarnya kami lebih percaya diri pada produk yang satunya, bukan yg sistem pakar. Ehh... Tau-taunya, malah Sistem Pakar tersebut yang berhasil meraih Merit Award... This was the way Tactoo, Inc begins...

The first award we got on Amicta 2013
Bener-bener tidak terduga. Setelah mendapatkan Merit Award ini, kita diminta untuk mengikuti seleksi tingkat Nasional oleh kampus yaitu ajang bergengsi Indonesia ICT Award (INAICTA) yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) RI... Kita juga awalnya ikut dengan pikiran iseng-iseng berhadiah. Karena kita cuma Juara 2 dan produk Juara 1 yang keren banget. Kita cuma pasrah. Kita juga mengikuti proses seleksi dengan baik walaupun pasrah. Jreng jrengg... Hari pengumuman sudah tiba. Pagi-pagi saya bangun dan langsung melihat HP, lalu mengecek di website resmi INAICTA (www.inaicta.web.id). Ternyata nama produk kami (DESA - The Solution for Farming Problem) muncul di halaman websitenya. Artinya, kita lolos menjadi 8 besar (Nominator) se-Indonesia berhasil bersaing dengan mahasiswa dan perusahaan IT di Indonesia. Suatu berkah yang telah diberikan dan saat setelah itu kita menjadi termotivasi untuk menciptakan produk selanjutnya. Sayangnya di INAICTA 2013 kita tidak mendapatkan Winner, Merit, maupun Special Mention Award. Tapi, kita sudah cukup puas dengan hasil ini, karena bisa lolos ke tingkat Nasional yang merupakan impian saya juga sejak saya ikut lomba waktu SMA.
Left: Info Nominator, Up-Right: Presentation, Down-Right: With Pak Tifatul Sembiring (Menteri Kominfo)
Sungguh luar biasa rasanya bisa mengikuti ajang bergengsi ini. Lalu, akhir tahun 2013, kami mengikuti ajang kompetisi Nasional lagi di Universitas Negeri Yogyakarta bernama ELINFO 2013 dengan kategori Mobile Appication.
Hasil ELINFO 2013
Untuk kali ini, kami berhasil raih juara 1... Syukurlahh.... =)

Singkat cerita, lomba yang terakhir kali ikuti adalah INAICTA 2014. Pada saat mengajukan lomba INAICTA 2014 ini sudah tidak lagi iseng, tetapi sudah melakukan persiapan sebelumnya. Aplikasi yang diajukan adalah aplikasi android bernama Albume dan kami ajukan ke dalam kategori Digital Interactive Media. Tapi sayangnya, kali ini kami gagal lagi untuk meraih yang terbaik dan tidak bisa mengikuti proses berikutnya untuk tingkat Asia Pacific (direncanakan di Pakistan, tapi akhirnya di Jakarta).

Semua proses yang telah dialami, kami jadikan pengalaman yang paling berharga selama ini. Saya tidak berpikiran bisa seperti ini sebelumnya. Belum tentu kalo saya masuk UGM, saya bisa mewakili kampus UGM untuk berbagai ajang yaa, dikarenakan masih banyak anak-anak pinter di sana. Yang pastinya kita jangan memaksakan kondisi jika kondisi tidak memungkinkan. Dan buatlah yang terbaik untuk diri kita sendiri dan kepada orang lain, tentunya. =)

Berikutnya: Baca selanjutnya (Part 3)
Ada yang pernah dengar tentang film animasi buatan anak bangsa - Indonesia "Battle of Surabaya" dan "Jatayu" yang pernah ditayangkan di salah satu stasiun TV di Indonesia?
Source: MSV Pictures
Dan satu hal lagi, saya yakin teman-teman yang membaca blog ini pasti tau Kota Yogyakarta kan?
Source: Yogyes
Kali ini di posting-an saya yg kedua, saya ingin menceritakan tentang perjalanan "hidup" saya hingga kuliah saya selesai. Yupss... Betul sekali, saya kuliah di Kota Gudeg - Yogyakarta setelah selesai lulus dari SMA. Memang sebuah perjuangan yang harus dilalui oleh seorang anak kepulauan ini. Riau pasti anda smuanya pernah dengar yaa. Dan kalo saya sebut Batam, saya juga yakin kalian tau (karena terkenal dg barang BM-nya x ya.. Hahaa..) Tapi, belum tentu kalian tau di mana itu Kepulauan Riau (khusus non-sumatera). Apalagi kalo saya sebut Tanjungbatu. Tanjungbatu adalah salah satu pulau yang ada di Provinsi Kepulauan Riau ini, letaknya tidak jauh dari Batam, naik kapal dari Batam hanya membutuhkan waktu sekitar 1,5 - 2 jam perjalanan. Dekat dengan Singapore juga LHOO... Saya berasal dari Tanjungbatu (anak pulau nii)... Nah, aku besar di Tanjungbatu sejak kecil.
Lingkaran Merah : Tanjungbatu (P. Kundur) - Hometown saya
Jadi, untuk pendidikan yang saya tempuh, mulai dari SD sampe SMA adalah di Tanjungbatu ini... SD hingga SMA pun saya sekolahnya di Negeri. Upss... Jangan salah loo... Sekolah Negeri di Tanjungbatu ini sangatlah terkenal. Terutama, SMP Negeri 1 Kundur dan SMA Negeri 1 Kundur... Gubernur Kepulauan Riau, Bpk. H. Muhammad Sani (Saat ini masih jabat dan seharusnya udah mau dipilih ulang lagi krn masa jabatan sudah mau berakhir). Bpk Sani adalah alumni SMPN 1 Kundur ini. Kalo kita ngomong tentang SMAN 1 Kundur, SMA ini merupakan SMA legendaris dan favorit di Tanjungbatu. =)

Ok deh... Kembali ke Laptop... Ops.. Kembali ke topik, maksudnya.

Jadi, begini ceritanya... Kenapa saya bisa ada keinginan untuk kuliah sampe ke Jogja?
Sebenarnya impian saya untuk kuliah di Jogja sudah dimulai sejak saya duduk di bangku kelas 1 SMA. Waktu itu, saya masih belum ada bayangan dan ga begitu tahu jelas tentang universitas (perguruan tinggi)... Maklum sih, di Tanjungbatu, saya taunya cm SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK gitu-gituan. Pemikiran masih sempit dan istilahnya masih polos deh, belum banyak tau tentang hal-hal di luar pulau Kundur ini... Heheee.... Untuk pembagian jurusan di Perguruan juga saya tahunya cuma Manajemen, Sastra Inggris, FKIP, TI, dan Akuntansi. Dan ortu kami biasanya menganjurkan kami untuk mengambil jurusan Manajemen, karena konon katanya setelah lulus bisa berbisnis (bikin usaha)... Hahaaa....
Tapi, ga tau kenapa saya ga tertarik ke hal2 itu yang kuliahnya teori semua. Kebetulan di SMA, saya anak IPA... Sangat benci dengan mata pelajaran IPS, kecuali Geografi yang ada peta-peta nya (Dulu pernah ada cita-cita ingin jadi Pilot, pastinya harus pinter di Geografi yaa... Biar ga tersesat... Hahahaaa... *canda).
Jadi, ada satu hal yang membuat saya bertekad kuat untuk kuliah di Yogyakarta ini adalah Candi Borobudur.
Jalan-jalan ke Candi Borobudur 2012
Koq bisa?? Ada apa dengan Candi Borobudur??
Mari kita simak alasannya!!!
Back to the past... Pas SD, kita pernah mempelajari tentang 7 Keajaiban Dunia bukan?? Saya lupa tepatnya kelas berapa, kalo ga salah kelas 6. Waktu itu (2003-2004), saya sangat ingat dan merasa bangga sekali, Indonesia memiliki bangunan yang masuk 7 Keajaiban Dunia... Keajaiban Dunia looo... Lalu, saya set mind supaya suatu hari nanti saya harus ke sana. Dan kebetulan juga, saya juga seorang Buddhist di mana Candi Borobudur merupakan Candi Buddhist terbesar di Indonesia, bahkan dunia yaa. Memang saya juga tertarik dengan ajaran Buddhist itu sendiri. Dan mindset saya yang sudah ditanam sejak SD itu ternyata tidak padam di setengah jalan, malah hingga SMA. Pada saat SMA, saatnya saya memikirkan apakah saya mau lanjut kuliah atau nggak. Prestasi saya mulai dari SMP sudah terlihat lumayan bagus. Tapi, rasa minder di dalam diri seorang anak pulau kecil ini pasti ada. Rasa takut tidak bisa bersaing dengan siswa asal Jawa dan kota besar lainnya muncul di benakku. Tapi, karena teman dari kakak saya pada kuliah di Jogja (Termotivasi ada yang masuk UGM dan ada yang masih di sana) dan Jogja juga terkenal dengan  Kota Pelajar, dan disertai dengan perasaan pingin banget menginjak kaki di tanah Borobudur ini, akhirnya saya nekad untuk mengambil keputusan ini. Sebenarnya dari ortu sedikit kurang setuju (dari Ayah). My Dad menyarankan saya untuk kuliah sambil bekerja di Batam. Tapi, yaa, saya ngotot tidak mau. Sampe-sampe saya berkata, "Jika saya ke Batam, saya tidak mau lanjut kuliah lagi dan fokus kerja saja. (Dipikir2, saya keras kepala juga yaa)". Dan untungnya dari sisi My Mom sangat mendukung saya untuk merantau ke Kota Gudeg. Akhirnya, saya pun menghubungi teman kakak saya dan semuanya ter-manage dengan baik.

Sebelum saya cerita tentang perguruan tinggi mana saya kuliah, saya ingin cerita lagi tentang sebelum saya daftar ke Jogja.
-----------------------------------------------
Jadi, begini... Saya sangat risau gimana caranya supaya bisa kuliah. Dunia pendidikan bagiku adalah sangat penting. Supaya bisa sukses, kita harus berpendidikan. (Walaupun ada yang tidak tamat sekolah aja, duitnya banyak yoo). Tapi, ilmu sudah tidak ada duanya lagi, menurutku. Untuk masalah pembiayaan kuliah sampe selesai, bagiku adalah suatu hal yang sangat berat, dikarenakan saya berasal dari keluarga yang sederhana (Mau dibilang miskin, nggak. Mau dibilang kaya, juga nggak). Cukup untuk hidup deh... =D Tapi, selama ini, saya tidak merasa kekurangan baik moril maupun materiil.

Sempat bingung banget memikirkan cara untuk kuliah. Supaya saya bisa memecahkan masalah ini, saya harus mencari solusi. Jadi, saya menghadap guru SMA saya (Bu Rosnah dan Bu Zuzi yang mengurusi studi lanjut waktu itu th 2010). Saya menceritakan semua hal yang sekiranya saya butuh bantuan dari beliau2. Akhirnya, saya ditawari untuk masuk ke Universitas Paramadina (waktu itu Rektornya Pak Anies Baswedan, PhD., yang sekarang menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI) karena ada beasiswa penuh 100% hingga biaya hidup juga ditanggung, namanya Paramadina Fellowship. Tanpa pertimbangan, saya langsung mengikuti proses seleksi mulai dari seleksi berkas yang harus disiapkan dari saya dan dikirim ke Jakarta. Singkat cerita, saya lolos hingga tahap terakhir adalah wawancara. Wawancaranya dilakukan by Phone dikarenakan Tanjungbatu tidak termasuk wilayah yang disediakan mereka untuk wawancara face-to-face. Saya berhasil lolos ke tahap terakhir dari 1000++ peserta yang mengikuti seleksi dari awal hingga tersaring menjadi 300an. Tapi, mungkin belum jodoh untuk kuliah di sana, saya akhirnya belum lolos untuk mendapatkan beasiswa penuh ini. Pengumumannya 31 Juli 2010 (Masih ingat dengan jelas). Yahh... Kecewa dehh...
Source: binsarnicodemus.blogspot.com

Di sela-sela pendaftaran fellowship, saya juga mencoba kampus yang paling ku ingin masuk yaitu UGM... Kampus yang paling favorit di Indonesia di samping UI dan ITB. Di UGM, saya ajukan di jurusan Matematika dan Ilmu Komputer. Waktu itu, saya sebenarnya bingung juga, ga tau nnti lulusan MIPA Matematika bisa kerja di bidang apa, tapi waktu di SMA memang suka matematika.  Lalu, saya mengikuti proses seleksinya melalui jalur prestasi PBU XX (XX = saya lupa), jalur yang tanpa tes tertulis. Februari submit, kalo ga salah bulan Mei pengumuman. Alhasil, hasilnya juga mengecewakan. Dan saya sangat kecewa juga kenapa tidak mengikuti Ujian Masuk (UM) UGM yang bisa diikuti di Batam, hanya karena bukan jalur beasiswa. =(
Source: http://blog.ugm.ac.id/

Akhirnya, setelah UGM dan Univ. Paramadina tidak jebol, dan tidak ada pilihan lagi, saya memilih perguruan tinggi swasta di Jogja. Awalnya daftar Univ. Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) dan diterima di Jurusan TI. Tapi, sampe di Jogja, saya mendapatkan rekomendasi kampus dari teman saya (Eddie) yang katanya STMIK AMIKOM kampusnya lumayan bagus dan terkenal di bidang IT. Akhirnya saya mendaftar di sana dan biayanya juga termasuk murah dibanding dengan kampus swasta lainnya. Jadi deh saya kuliah di Jogja di Kampus Ungu (Tempat kuliah orang berdasi) dan melepas dari status mahasiswa Atma Jaya. =D
Source: http://fredisantoso-share.blogspot.com/
Berikutnya: Baca selanjutnya (Part 2)