Saya langsung contact senior yang di Asia University, mengabari tentang masalah ini. Dan disarankan untuk mengambil tes lagi. Waktu itu karena uda juni, dan tes TOEFL ITP di Jogja cuma 2 kali sebulan. Jadi saya harus mengikuti tahap berikutnya di tempat lain (UGM) bulan Agustus awal, karena tes di bulan Juli sudah habis kuota. Memang agak sedikit mahal sih Rp375.000, mau ga mau harus tes lagi. Sebelum tes TOEFL ITP di UGM, saya juga coba tes di P2EB UGM. TOEFL Like test tapi. Nilainya malah lebih bagus 507. =D
Wisuda saya akan diadakan di akhir Agustus, jadi saya harus sudah selesai menyiapkan semua berkas sebelum wisuda, karena setelah wisuda harus mengantar ortu balik ke Kep. Riau lagi. Jadi, I just had only one chance to bet for the score. I had been praying all the time before and after the test. Dan juga belajar mati-matian (TOEFL di ELTI kemarin sih ga belajar). Pada saat pengambilan nilai, saya minta bantu ke teman saya (Arifin) untuk ambilin. Dan kekecewaan yang kedua kali muncul lagi... Tes TOEFL ITP kedua ini malah cuma dapat 490. What the %@&($... Pasrah sudah deh.. Dan konsultasi lagi dengan senior.
Dan akhirnya saya memutuskan untuk melampirkan nilai TOEFL ITP yang 497 dan semua hasil TOEFL Like test ke dalamnya. Untuk surat rekomendasi sudah disipakan sebelum tes TOEFL ITP yang kedua, jadi saya sudah mendapatkan surat rekom dari Ketua STMIK AMIKOM (Rekor) dan dosen yang pernah mengajar saya sebelumnya. Carilah dosen yang dekat dengan Anda yaa... Biar gampang mintanya... Heheheee....
Setelah TOEFL Score, Surat Rekom, Study Plan, Scan Ijazah dan Transkrip nilai, dan Financial Statement fixed, saatnya siapkan CV (klo bisa didesain secantik mungkin) dan scan sertifikat prestasi baik akademik maupun non-akademik, lampirkan beberapa yang sekiranya bisa mendukung. Kalo ada sertifikat juara lebih bagus. Lalu, setelah semuanya selesai, saatnya di-compress ke dalam 1 file pdf. (*Oh ya, teman-teman juga harus siapkan paspor sebelum mau daftar. Karena kita harus lampirkan fc paspor). Semuanya sudah selesai, dan uda di dlm 1 pdf, saatnya filenya dikirim ke Center for International Academic Exchange (CIAE) *kalo di Asia Univ.
Setelah file application berformat pdf dikirim melalui email, lalu kita harus mengirimkan hardcopy semua document ke alamat kampus tujuan. Karena saya daftar untuk Spring Semester, jadi saya harus mengirimkan sebelum deadline. Saat itu, saya mengirimkan sekitar pertengahan bulan September 2014 (Deadline October 31 annually).
Saya mengirimkan dokumen saya melalui pos Indonesia yang khusus ke Luar Negeri (EMS kalo ga salah), harganya cukup mahal. Hanya dokumen saja, saya menghabiskan biaya sekitar Rp160.000. Tapi, lama perjalanan ke alamat tujuan hanya sekitar 3 hari kerja. Cepat sihh....
Ok deh...This is the end of my processes to apply scholarship to Taiwan.
Mudah2an menginspirasi dan dapat dijadikan sebagai referensi bagi teman-teman yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri.
Don't think about FAILURE. Just think about how you make your job done well... All is Well... =)
Wisuda saya akan diadakan di akhir Agustus, jadi saya harus sudah selesai menyiapkan semua berkas sebelum wisuda, karena setelah wisuda harus mengantar ortu balik ke Kep. Riau lagi. Jadi, I just had only one chance to bet for the score. I had been praying all the time before and after the test. Dan juga belajar mati-matian (TOEFL di ELTI kemarin sih ga belajar). Pada saat pengambilan nilai, saya minta bantu ke teman saya (Arifin) untuk ambilin. Dan kekecewaan yang kedua kali muncul lagi... Tes TOEFL ITP kedua ini malah cuma dapat 490. What the %@&($... Pasrah sudah deh.. Dan konsultasi lagi dengan senior.
Dan akhirnya saya memutuskan untuk melampirkan nilai TOEFL ITP yang 497 dan semua hasil TOEFL Like test ke dalamnya. Untuk surat rekomendasi sudah disipakan sebelum tes TOEFL ITP yang kedua, jadi saya sudah mendapatkan surat rekom dari Ketua STMIK AMIKOM (Rekor) dan dosen yang pernah mengajar saya sebelumnya. Carilah dosen yang dekat dengan Anda yaa... Biar gampang mintanya... Heheheee....
Setelah TOEFL Score, Surat Rekom, Study Plan, Scan Ijazah dan Transkrip nilai, dan Financial Statement fixed, saatnya siapkan CV (klo bisa didesain secantik mungkin) dan scan sertifikat prestasi baik akademik maupun non-akademik, lampirkan beberapa yang sekiranya bisa mendukung. Kalo ada sertifikat juara lebih bagus. Lalu, setelah semuanya selesai, saatnya di-compress ke dalam 1 file pdf. (*Oh ya, teman-teman juga harus siapkan paspor sebelum mau daftar. Karena kita harus lampirkan fc paspor). Semuanya sudah selesai, dan uda di dlm 1 pdf, saatnya filenya dikirim ke Center for International Academic Exchange (CIAE) *kalo di Asia Univ.
Setelah file application berformat pdf dikirim melalui email, lalu kita harus mengirimkan hardcopy semua document ke alamat kampus tujuan. Karena saya daftar untuk Spring Semester, jadi saya harus mengirimkan sebelum deadline. Saat itu, saya mengirimkan sekitar pertengahan bulan September 2014 (Deadline October 31 annually).
| Deadline of Submission |
Ok deh...This is the end of my processes to apply scholarship to Taiwan.
Mudah2an menginspirasi dan dapat dijadikan sebagai referensi bagi teman-teman yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri.
Don't think about FAILURE. Just think about how you make your job done well... All is Well... =)
