Kuliah di luar negeri merupakan impian semua orang. Dan tidak sedikit juga dari kita mahasiwa yang merasa minder sebelum melangkah. Hanya dengan cita-cita dan khayalan waktu kecil bisa membawa kita menuju ke cita-cita yang kita impikan. Ini FAKTA!!!
Hal ini telah dirasakan oleh saya pribadi. Saat ini, saya telah menjalani perkuliahan +/- 1 bulan di Asia University, Taiwan. Suasana perkuliahan memang berbeda dengan suasana di Indonesia. Tapi, tidak juga memberikan suasana yang mengerikan bagi kita yang sebagai orang asing di negeri orang. Perasaan GALAU pasti akan dialami semua orang ketika ke suatu tempat yang belum pernah dikunjungi sebelumnya. Dan rasa persiapan yang belum matang juga menjadi faktor penyebab MINDER bagi kita. Kenyataannya, jika kita friendly terhadap nature, nature akan baik juga dengan kita. Yang paling penting adalah STAY "RAMAH".
Taiwan berbeda dengan western country, masih dalam benua Asia. Oleh karena itu, beberapa budaya masih hampir sama. Jika kita sebagai orang Indonesia, kita masih bisa lumayan cepat adaptasi. Kesopanan dan tata krama masih menjadi prioritas di sini.
Pada saat pertama kali saya kuliah, hal pertama yang saya tanyakan adalah bahasa apa yang digunakan dalam sistem pengajaran. Di Taiwan, bahasa nasional mereka adalah bahasa Mandarin. Untuk tulisan mandarin yang digunakan adalah Traditional Chinese, sedangkan Simplified Chinese malah digunakan di negara utama Chinese yaitu di China (Tiongkok). Perbedaannya sangat signifikan dan sangat rumit untuk traditional chinese character. Contohnya: Hall, untuk Traditional (廳) dan untuk simplified hanya seperti ini (厅), kedua-duanya bacanya "Ting". Sangat jauh berbeda, bukan? Nah, pertanyaan saya akhirnya dijawab oleh dosen. Untuk semester 1 ini, saya mengambil 4 kelas teori-praktik dan 2 kelas lagi kelas mandarin. Untuk perkuliahannya, menggunakan Bahasa Inggris dan Mandarin (Bilingual). Karena kita bergabung dengan mahasiswa Taiwan (yang pada umumnya lebih jago mandarin), sehingga dilakukan 2 kali pengulangan.
Untuk perkuliahan di sini, suasananya sangat santai dan tidak ada beban. Walaupun sebenarnya untuk materinya juga ada beberapa yang cukup mumetin, tapi overall masih OK. Dan keuntungan kita kuliah di Taiwan adalah karena Taiwan negara bagian dari Asia, Bahasa Inggris bukan mother tongue mereka. Oleh karena itu, bahasa inggris tidak menjadi prioritas bagi mereka dan orang Taiwan di sini bisa sama-sama memaklumi.
Mungkin bagi saya, salah satu mata kuliah yang cukup sulit adalah Seminar. Seminar di sini, kita harus mempersiapkan materi-materi untuk dipresentasikan. Materi-materinya adalah jurnal ilmiah. Mengapa sulit? Karena kita menghadapi jurnal-jurnal dengan topik yang belum kita tau sama sekali. Di dalam sebuah jurnal, juga mencakup beberapa topik yang digabungkan untuk menghasilkan sebuah result. Jadi, kita mesti mencari tahu asal-muasal dari setiap topik-topik yang tercakup di dalamnya.
Oke deh, saatnya tidur. Lanjut lagi di kemudian waktu. Sampai jumpa lagi!!! =D
.jpg)


Hi Erwandy, sy ingin bertanya apakah km kuliah di Asia Univ itu mendapat beasiswa?beasiswa diberikan dalam bentuk apa? Dan apakah cukup untuk biaya hidup disana?
ReplyDeleteTerima kasih
Hello, Mas Robert.
DeleteUntuk scholarship yang saya dapatkan sepenuhnya dari kampus Asia Univ dan waktu itu diberi Scholarship B mencakup 100% tuition fee. Tetapi, sayangnya tdk mendapatkan stipend dan dorm fee.
Walaupun demikian, di sini kalo untuk studi Master dan PhD, akan ada kesempatan untuk mendapatkan support dari Prof alias advisor kita sebagai Research Assistant (Kerjaannya hanya research dan research). Selain itu, jika kita aktif, akan ada banyak sekali kesempatan lainnya jg untuk kerja part-time baik di dalam kampus maupun luar kampus.
Oleh karena itu, it's all still affordable even though we're not getting the full scholarship which includes the monthly stipend and free dorm fee.
Mas Robert ada rencana mau kuliah di Asia University atau Taiwan?