Ada yang pernah dengar tentang film animasi buatan anak bangsa - Indonesia "
Battle of Surabaya" dan "Jatayu" yang pernah ditayangkan di salah satu stasiun TV di Indonesia?
 |
| Source: MSV Pictures |
Dan satu hal lagi, saya yakin teman-teman yang membaca blog ini pasti tau Kota Yogyakarta kan?
 |
| Source: Yogyes |
Kali ini di posting-an saya yg kedua, saya ingin menceritakan tentang perjalanan "hidup" saya hingga kuliah saya selesai. Yupss... Betul sekali, saya kuliah di Kota Gudeg - Yogyakarta setelah selesai lulus dari SMA. Memang sebuah perjuangan yang harus dilalui oleh seorang anak kepulauan ini. Riau pasti anda smuanya pernah dengar yaa. Dan kalo saya sebut Batam, saya juga yakin kalian tau (karena terkenal dg barang BM-nya x ya.. Hahaa..) Tapi, belum tentu kalian tau di mana itu Kepulauan Riau (khusus non-sumatera). Apalagi kalo saya sebut Tanjungbatu. Tanjungbatu adalah salah satu pulau yang ada di Provinsi Kepulauan Riau ini, letaknya tidak jauh dari Batam, naik kapal dari Batam hanya membutuhkan waktu sekitar 1,5 - 2 jam perjalanan. Dekat dengan Singapore juga LHOO... Saya berasal dari Tanjungbatu (anak pulau nii)... Nah, aku besar di Tanjungbatu sejak kecil.
 |
| Lingkaran Merah : Tanjungbatu (P. Kundur) - Hometown saya |
Jadi, untuk pendidikan yang saya tempuh, mulai dari SD sampe SMA adalah di Tanjungbatu ini... SD hingga SMA pun saya sekolahnya di Negeri. Upss... Jangan salah loo... Sekolah Negeri di Tanjungbatu ini sangatlah terkenal. Terutama, SMP Negeri 1 Kundur dan SMA Negeri 1 Kundur... Gubernur Kepulauan Riau, Bpk. H. Muhammad Sani (Saat ini masih jabat dan seharusnya udah mau dipilih ulang lagi krn masa jabatan sudah mau berakhir). Bpk Sani adalah alumni SMPN 1 Kundur ini. Kalo kita ngomong tentang SMAN 1 Kundur, SMA ini merupakan SMA legendaris dan favorit di Tanjungbatu. =)
Ok deh... Kembali ke Laptop... Ops.. Kembali ke topik, maksudnya.
Jadi, begini ceritanya... Kenapa saya bisa ada keinginan untuk kuliah sampe ke Jogja?
Sebenarnya impian saya untuk kuliah di Jogja sudah dimulai sejak saya duduk di bangku kelas 1 SMA. Waktu itu, saya masih belum ada bayangan dan ga begitu tahu jelas tentang universitas (perguruan tinggi)... Maklum sih, di Tanjungbatu, saya taunya cm SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK gitu-gituan. Pemikiran masih sempit dan istilahnya masih polos deh, belum banyak tau tentang hal-hal di luar pulau Kundur ini... Heheee.... Untuk pembagian jurusan di Perguruan juga saya tahunya cuma Manajemen, Sastra Inggris, FKIP, TI, dan Akuntansi. Dan ortu kami biasanya menganjurkan kami untuk mengambil jurusan Manajemen, karena konon katanya setelah lulus bisa berbisnis (bikin usaha)... Hahaaa....
Tapi, ga tau kenapa saya ga tertarik ke hal2 itu yang kuliahnya teori semua. Kebetulan di SMA, saya anak IPA... Sangat benci dengan mata pelajaran IPS, kecuali Geografi yang ada peta-peta nya (Dulu pernah ada cita-cita ingin jadi Pilot, pastinya harus pinter di Geografi yaa... Biar ga tersesat... Hahahaaa... *canda).
Jadi, ada satu hal yang membuat saya bertekad kuat untuk kuliah di Yogyakarta ini adalah
Candi Borobudur.
 |
| Jalan-jalan ke Candi Borobudur 2012 |
Koq bisa?? Ada apa dengan Candi Borobudur??
Mari kita simak alasannya!!!
Back to the past... Pas SD, kita pernah mempelajari tentang 7 Keajaiban Dunia bukan?? Saya lupa tepatnya kelas berapa, kalo ga salah kelas 6. Waktu itu (2003-2004), saya sangat ingat dan merasa bangga sekali, Indonesia memiliki bangunan yang masuk 7 Keajaiban Dunia... Keajaiban Dunia looo... Lalu, saya set mind supaya suatu hari nanti saya harus ke sana. Dan kebetulan juga, saya juga seorang Buddhist di mana Candi Borobudur merupakan Candi Buddhist terbesar di Indonesia, bahkan dunia yaa. Memang saya juga tertarik dengan ajaran Buddhist itu sendiri. Dan mindset saya yang sudah ditanam sejak SD itu ternyata tidak padam di setengah jalan, malah hingga SMA. Pada saat SMA, saatnya saya memikirkan apakah saya mau lanjut kuliah atau nggak. Prestasi saya mulai dari SMP sudah terlihat lumayan bagus. Tapi, rasa minder di dalam diri seorang anak pulau kecil ini pasti ada. Rasa takut tidak bisa bersaing dengan siswa asal Jawa dan kota besar lainnya muncul di benakku. Tapi, karena teman dari kakak saya pada kuliah di Jogja (Termotivasi ada yang masuk UGM dan ada yang masih di sana) dan Jogja juga terkenal dengan Kota Pelajar, dan disertai dengan perasaan pingin banget menginjak kaki di tanah Borobudur ini, akhirnya saya nekad untuk mengambil keputusan ini. Sebenarnya dari ortu sedikit kurang setuju (dari Ayah). My Dad menyarankan saya untuk kuliah sambil bekerja di Batam. Tapi, yaa, saya ngotot tidak mau. Sampe-sampe saya berkata, "Jika saya ke Batam, saya tidak mau lanjut kuliah lagi dan fokus kerja saja. (Dipikir2, saya keras kepala juga yaa)". Dan untungnya dari sisi My Mom sangat mendukung saya untuk merantau ke Kota Gudeg. Akhirnya, saya pun menghubungi teman kakak saya dan semuanya ter-manage dengan baik.
Sebelum saya cerita tentang perguruan tinggi mana saya kuliah, saya ingin cerita lagi tentang sebelum saya daftar ke Jogja.
-----------------------------------------------
Jadi, begini... Saya sangat risau gimana caranya supaya bisa kuliah. Dunia pendidikan bagiku adalah sangat penting. Supaya bisa sukses, kita harus berpendidikan. (Walaupun ada yang tidak tamat sekolah aja, duitnya banyak yoo). Tapi, ilmu sudah tidak ada duanya lagi, menurutku. Untuk masalah pembiayaan kuliah sampe selesai, bagiku adalah suatu hal yang sangat berat, dikarenakan saya berasal dari keluarga yang sederhana (Mau dibilang miskin, nggak. Mau dibilang kaya, juga nggak). Cukup untuk hidup deh... =D Tapi, selama ini, saya tidak merasa kekurangan baik moril maupun materiil.
Sempat bingung banget memikirkan cara untuk kuliah. Supaya saya bisa memecahkan masalah ini, saya harus mencari solusi. Jadi, saya menghadap guru SMA saya (Bu Rosnah dan Bu Zuzi yang mengurusi studi lanjut waktu itu th 2010). Saya menceritakan semua hal yang sekiranya saya butuh bantuan dari beliau2. Akhirnya, saya ditawari untuk masuk ke Universitas Paramadina (waktu itu Rektornya Pak Anies Baswedan, PhD., yang sekarang menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI) karena ada beasiswa penuh 100% hingga biaya hidup juga ditanggung, namanya Paramadina Fellowship. Tanpa pertimbangan, saya langsung mengikuti proses seleksi mulai dari seleksi berkas yang harus disiapkan dari saya dan dikirim ke Jakarta. Singkat cerita, saya lolos hingga tahap terakhir adalah wawancara. Wawancaranya dilakukan by Phone dikarenakan Tanjungbatu tidak termasuk wilayah yang disediakan mereka untuk wawancara face-to-face. Saya berhasil lolos ke tahap terakhir dari 1000++ peserta yang mengikuti seleksi dari awal hingga tersaring menjadi 300an. Tapi, mungkin belum jodoh untuk kuliah di sana, saya akhirnya belum lolos untuk mendapatkan beasiswa penuh ini. Pengumumannya 31 Juli 2010 (Masih ingat dengan jelas). Yahh... Kecewa dehh...
 |
| Source: binsarnicodemus.blogspot.com |
Di sela-sela pendaftaran fellowship, saya juga mencoba kampus yang paling ku ingin masuk yaitu UGM... Kampus yang paling favorit di Indonesia di samping UI dan ITB. Di UGM, saya ajukan di jurusan Matematika dan Ilmu Komputer. Waktu itu, saya sebenarnya bingung juga, ga tau nnti lulusan MIPA Matematika bisa kerja di bidang apa, tapi waktu di SMA memang suka matematika. Lalu, saya mengikuti proses seleksinya melalui jalur prestasi PBU XX (XX = saya lupa), jalur yang tanpa tes tertulis. Februari submit, kalo ga salah bulan Mei pengumuman. Alhasil, hasilnya juga mengecewakan. Dan saya sangat kecewa juga kenapa tidak mengikuti Ujian Masuk (UM) UGM yang bisa diikuti di Batam, hanya karena bukan jalur beasiswa. =(
 |
| Source: http://blog.ugm.ac.id/ |
Akhirnya, setelah UGM dan Univ. Paramadina tidak jebol, dan tidak ada pilihan lagi, saya memilih perguruan tinggi swasta di Jogja. Awalnya daftar Univ. Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) dan diterima di Jurusan TI. Tapi, sampe di Jogja, saya mendapatkan rekomendasi kampus dari teman saya (Eddie) yang katanya STMIK AMIKOM kampusnya lumayan bagus dan terkenal di bidang IT. Akhirnya saya mendaftar di sana dan biayanya juga termasuk murah dibanding dengan kampus swasta lainnya. Jadi deh saya kuliah di Jogja di Kampus Ungu (Tempat kuliah orang berdasi) dan melepas dari status mahasiswa Atma Jaya. =D
 |
| Source: http://fredisantoso-share.blogspot.com/ |
Berikutnya:
Baca selanjutnya (Part 2)